Jumat, 04 Maret 2011

emprit ganthil si burung iblis/ burung kematian ( gugon tuhon)

emprit ganthil si burung iblis penyebar wabah penyakit...
kenapa kami mengambil tema tersebut?????? sebagai mana kita tahu, setiap burung ini mengeluarkan suara seperti ajakan atau suara memanggil2 anak anak yang masih balita untuk diberi wabah penyakit.. sekilas, suara emprit ganthil tersebut seperti suara " endi bocahe, endi bocahe, endi bocahe" .. dan setiap habis burung tersebut lewat dan mengeluarkan suara tersebut, kampung atau wilayah tersebut banyak anak bayi atau balita yang dserang demam, batuk , pilek dan panas tinggi.
Cara untuk menghindari “kutukan” nya adalah dengan mengusir nya ( jika kalian mampu menemukannya ) atau, cara paling mudah, berdoa kepada Tuhan mohon di bukakan pintu keselamatan.
Nah, kenapa julukannya jadi “burung iblis/ burung kematian” ? Bukan “Burung Do’a” ?
Padahal, burung itu tadi datang, dan kita semua serta merta berdo’a mohon keselamatan! Apa manusia seperti kita ini hanya berdo’a dibawah ancaman ? Karena kalian akan mati jika tidak berdo’a, maka berdo’a lah ?
Burung ini, namanya Emprit (atau Prit) Gantil. Emang berdosa banget, dan bersuara selirih itu untuk mengingatkan kita akan dosa nya. Prit Gantil nggak mau susah dalam mengerami telur telur nya, maka dia menitipkan telor nya kepada induk Prenjak untuk di tetaskan, tapi telur Prenjak sendiri di buang dan dibiarkan mati. Suatu ketika anak anak Prit Gantil tumbuh besar, dia akan lebih besar dari induk Prenjak itu sendiri, dan induk Prenjak yang sudah menyadari bahwa anak nya ditukar, akan sebisa mungkin mengejar dan membunuh Prit Gantil karena mereka telah membunuh anak anak nya.
Ini adalah pelajaran mengenai kehidupan yang diberikan oleh Yang Maha Esa. Barang siapa yang nggak mau susah atau hanya mencari jalan pintas, bakal kena tuah, malah bisa jadi mereka akan terancam nyawa nya. Ini adalah pesan yang disampaikan melalui Prit Gantil. Pesan mengenai sifat buruk yang harus di perangi dengan do’a dan bekerja keras.
Maka dari itu, jika mendengar suara Burung Kematian, ingatlah bahwa kehidupan itu sesimpel do’a dan kerja keras. Jangan ingat bahwa kalian akan mati, tapi ingat apa yang bisa dilakukan sebelum mati. sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar